KERJO – Dalam upaya terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi para pendidik, SMA Negeri 1 Kerjo menyelenggarakan “Workshop Digitalisasi Layanan Pendidikan” pada hari Jumat, 17 April 2026. Bertempat di ruang guru, kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah peningkatan ilmu, tetapi juga menjadi momen penting untuk mengubah paradigma lama terkait evaluasi pembelajaran.
Acara ini menghadirkan dua pakar pendidikan dari Cabang Dinas (Cabdin) Wilayah 6, yaitu Bapak Bambang Tri Wijayanto, S.Pd., M.Pd. selaku Pengawas Pembina, dan Bapak Tri Haranto, S.Pd., M.Pd. selaku Koordinator Pengawas.
Meninggalkan Paradigma Lama: Supervisi Bukan untuk Mencari Kesalahan Dalam sambutan pembukanya, Kepala SMA Negeri 1 Kerjo, Bapak Hartanarta, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya perubahan sudut pandang dalam pelaksanaan observasi kelas.
“Observasi di masa lalu sering kali dianggap sebagai momen di mana kepala sekolah mencari kesalahan atau kelemahan guru. Namun sekarang, tujuan utama observasi adalah mencari ruang perbaikan bersama,” tegas beliau. Kepala sekolah mengajak para guru untuk berdiskusi, merencanakan pembelajaran yang menyenangkan, dan fokus mengamati efektivitas interaksi dengan murid guna meningkatkan kompetensi siswa secara berkelanjutan.
Memahami Siklus Supervisi Akademik yang Berpusat pada Murid Memasuki materi inti pertama, Bapak Bambang Tri Wijayanto mengupas tuntas praktik Supervisi Akademik. Beliau mengingatkan kembali bahwa supervisi harus berlandaskan kemitraan belajar yang kolaboratif, objektif, dan tidak menghakimi.
Untuk mencapai hal tersebut, guru dan observer harus melalui tiga tahapan utama:
- Pra-observasi: Dialog santai antara guru dan observer untuk menentukan tujuan dan area pembelajaran yang ingin diperbaiki.
- Observasi: Mengamati interaksi di kelas secara faktual tanpa memberikan penilaian langsung saat mengajar.
- Pasca-observasi: Refleksi bersama untuk menemukan solusi dan perbaikan untuk pertemuan berikutnya.
Menariknya, Bapak Bambang juga mengenalkan integrasi digital menggunakan platform https://supervisi-akademik.my.id/ di mana instrumen observasi, catatan refleksi, hingga Rencana Pembelajaran dapat diakses dan diisi secara digital. Beliau berharap peningkatan kualitas ini dapat selaras dengan branding SMA Negeri 1 Kerjo yaitu SMART (Sukses, Mandiri, Andal, Religius, Terampil).
Analisis Rapor Pendidikan: Berkembang Lewat Data Sesi kedua dilanjutkan oleh Bapak Tri Haranto yang membedah hasil Rapor Pendidikan SMA Negeri 1 Kerjo. Pemaparan berbasis data ini memberikan gambaran nyata terkait kondisi sekolah saat ini.
Sekolah patut berbangga karena tingkat literasi siswa berhasil mengalami kenaikan sebesar 8,89%. Meski demikian, Bapak Tri Haranto juga menyoroti beberapa sektor yang membutuhkan perhatian dan evaluasi bersama, seperti terjadinya penurunan pada kemampuan numerasi, serta perlunya penguatan karakter siswa seperti kreativitas, gotong royong, dan keimanan.
“Penurunan numerasi dan karakter ini adalah tugas kita saat ini untuk ditingkatkan kembali,” jelas beliau. Hasil analisis ini nantinya akan dijadikan acuan prioritas untuk menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) serta memfokuskan kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) agar penanganan masalah lebih terarah dan dapat dibiayai oleh dana BOS.
Workshop yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus merefleksikan diri demi memberikan pelayanan pendidikan yang optimal. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh guru dan narasumber.
Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan SMA Negeri 1 Kerjo semakin inovatif dan terus menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berpusat pada perkembangan murid.
SMAN Kerjo Jl. Sumberejo, Kerjo, Karanganyar, Jawa Tengah